Persipan dalam Praktik Kerja Lapangan



1.       Sikap 
Sikap adalah perilaku, etika, moral. Sikap adalah respon individu antara informasi pendidika, kritika, Tantangan dan ketertiban. 

Etika Bekerja di Rumah sakit, klinik, apotik

Sikap peserta prakrin.
Respon individu terhadap informasi, kejadian, kriitikan, cercaan, tekkan, tantangan. Cobaan dan kesuulitan. Dengan demikian dapat di simpulkan bagaimana sikap peserta praktin adalah respon, cara pandang, dan pola pikir (mind set) individu terhadap hal2 yang di hadapinnya, sepeerti : Rasa takut, kesulitan coaan, kritikan, saran, tekanan, dan hambatan dalam menjalankan
prakerin.

Skiap peserta prakerin :
1.       Selalu berpikir positif (positif Thinking)
2.       Berorienttasi ke depan, berpikiran maju dan tidak mudah terlena.
3.       Tidak grogi dalam melayani pasien/konsumen
4.       Selalu ingin tahu
5.       Memberi pelayanan yang terbaik.
6.       Selalu Semangat.
Etika Bekerja
Adala Ethos (Yunani) artinya watak kesusilaan atau adat istiadat/kebiasaan (custom) yang biiasanya berkaitan erat dengan perkataan dan moral. Dalam bahasa lain dikenal dengan kata MOS atau MORES yang berarti kebiasaan atau cara hidup seseoarng dalam melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan) dan menghindari perbuatan yang buruk.
Tujuan mengetahui Etika untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilian baik dan buruk bagi semua siswa yang akan melaksanakan prakerin dalam ruangan dan waktu tertentu
Bgagaimana etika kita dalam dunia bekerja (RS, Apitik, PBF, Klinik)
1.       Tebarkan SENYUM, SALAM dan SAPA (3S)
2.       Sopan dalam berucap dan santun dalam berbuat/bertingkah laku.
3.       Hormat dan patuh terhadap atasan/pimpinan
4.       Product Knowladge
5.       Segera beradaptasi daam lingkungan kerja
6.       Berupaya kerja keras, kerja giat, dan kerja iklash
7.       Selalu ijin saat datang dan pulang.
8.       Silahturahmi secara rutin
9.       Konsultasi dan pembimbingan secara tersetruktur/ terjadwal dalam pembuatan pelaporan.


Larangan selama Prakerin
1.       Berkata tidak sopan dan berbuat tidak santun
2.       Mengguri senior dan atasan
3.       Mengambil barang yang bukan hak nya
4.       Merubah jadwaal kerja tampa se ijin koordinator
5.       Meninggalkan tempat kerja tampa seijin atasan
6.       Tidak hadir kerja tanpa keterangan

Pendidikan Kesehatan Gigi

Pendidikan Kesehatan Gigi biasanya disebut juga Promotif (Promosi Penyuluhan) dimana seseorang melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang penting nya menjaga kesehatan.
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupsnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa, putaran hidup sehari-hari dan ditunjukan kepada masyarakat.

Beberapa Definisi Pendidikan
- John Dewey
Pembentukan kecakapan-kecakapan secara intelektual
dan emosional kearah alam dan secara manusia.
- J.J Rousseau
Memberi kita pembekalan yang ada pada masa kanak-kanak sampai remaja yang akan dibutuhkan pada saat kita dewasa nanti dan juga kita bisa mengetahui pendidikan sejak dini.
- Carter V. Good
a. Seni, Praktik, atau Profesi Pengajaran.
b. Ilmu yang sistemetis

Pendidik adalah orang yang memikul tanggungjawab terhadap anak didikannya.
Dwi Nugroho Hidayato menginvetitasi meliputi :
a. Orang Dewasa
b. Orang Tua
c.. Guru
d.  Pemimpin Masyarakat
e. Pemimpin Agama

Pendidikan Kesehatan adalah penerapan atau aplikasi konsep pendidikan dan konsep sehat.
Konsep Sehat adalah seseorang dalam keadaan sempurna baik fisik, mental, dan sosialnya serta bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahannya.
Adapun Konsep Pendidikan kesehatannya adalah proses belajar mengajar pada individu atau kelompok masyarakat tentang nilai-nilai kesehatan sehingga mampu mengatasi permasalahan kesehatan.

Pendidikan Kesehatan adalah suatu proses belajar yang timbul karena adanya kebutuhan akan kesehatan, dijalankan dengan pengetahuan mengenai tentang kesehatan itu sendiri.
Pendidikan Kesehatan Gigi adalah suatu proses belajar yang ditunjukan kepada individu dalam kelompok masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Beberapa pengertian Pendidikan Kesehatan Gigi :
- Soemantri mengatakan Pendidikan Kesehatan Gigi adalah suatu usaha atau aktivitas yang mempengaruhi orang-orang mamupun sedemikian ruppa sehingga baik kesehatan pribadi maupun kesehatan masyarakat.
- Bastian mengatakan bahwa Pendidikan Kesehatan Gigi adalah semua aktivitas yang membantu menghasilkan pernghargaan masyarakat akan kesehatan gigi dan memberikan pengertian akan cara-cara bagaimana memelihara kesehatan gigi dan mulut, dan akan diperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.