Kemajuan Teknologi Komunikasi

Kemajuan Teknologi Komunikasi


Komunikasi makin berkembang dengna ditemukkannya mesin cetak di Cina pada abad ke-10 yang meluas ke Jepang pada abad ke-12. Akhirnya komunikasi mulai dapat menembus jarak dan waktu, terutama setelah Johannes Gutenberg, menemukan mesin cetak pada tahun 1440. 


Perkembangan komunikasi makin sempurna dengan adanya berbagai penemuan baru. Louis Daguerre menemukan fotogfrafi yang dapat mengabdikan rupa dan peristiwa pada tahun 1822. Samuel Morse menemukan alat komunikasi berupa telegrafi jarak jauh pertama yaitu sekitar jarak 64 kilomete pada tahun 1844.


Thomas Alva Edison menemukan perekam bunyi pertama yang disebut dengan Fonograf yang dapat digunakan untuk mengabdikan koomunikasi lisan secara praktikal di tahun 1877. Alexander Graham Bell pun menemukan telepon yang dapat memperepat komunikasi pengganti suara yag sangat memakan waktu dan tenaga di tahun 1876.

Guglielmo Marconi menemukan radio telegrafi pada tahun 1898, disusun dengan penemuan radio teleponi oleh Reginald Fressenden pada tahun 1900 dan pada malam natal tahun 1906 Fressenden merintis siaran radio pertama di dunia.

Selanjutnya Edison menemukan film bicara di tahun 1913. Televisi dirintis oleh Paul Nipkov pada tahun 1883. Sejak tahun 1935, televisi merupakan alat komukasi mutakhir. Sementara itu televisi muncul di eropa pada awal tahun 1930-an dikarenakan jaringannyaa meluas setelah Perang Dunia II yang mempercepat penyampaian berrita dalam media massa.

Setelah ditemukannya kapal api oleh Robert Fulton pada tahun 1807. Kereta Api ditemukakan oleh  George Stephenso pada tahun 1825, serta pesawat terbang oleh kedua bersaudara Wilbur dan  Orville Wright pada tahun 1903, hal ini merupakan penyempurnaan teknologi pengangkutan yang langsung mempengaruhi kelancaran komunikasi.

Tahun-tahun tersebut adalah tahapan di mana komunikasi terus mengalami kemajuan dan penyempuraan. Bahkan di masa sekarang kita mengenal yang namanya internet, handphone, komputter serta beragam teknologi komunikasi yang sudah menggunakan teknik digital.

Perkembangan Teknik Pengiriman Pesan

Perkembangan Teknik Pengiriman Pesan



Meskipun ada anggapan yang mengatakan adalah ide yang menghasilkan pengetahuan, tetapi baik ide maupun pengetahuan adalah produk dari pengalaman. Secara psikologis, ini berarti seluruh perilaku manusia, kepribadian, dan temperamen ditentukan oleh perilau masa lalu.


Apa yang telah terjadi di masa lalu addalah sebuah pengalaman yang mengajarkan hal-hal untuk sesuatu yang baru. Pengalaman akan kesulitan berkomuniasi maupun pengiriman pesan dalam komunikasi itu sendiri telah mengajarkan manusia untuk terus mencari dan menyempurnakan suatu proses komunikasi yang lebih efektif daripada sebelumnya.

Misalnya penentuan lambang atau simbol-simbol yang dipahami bersama, adalah pengaruh dari keterbatasan dan kesulitan berkomunikasi pad amasa sebelumnya yang dikarenakan oleh belum ditentukannya kesamaan lambang dan simbol tersebut.
Sejak zaman primitif sampai sekarang, semua kelompok manusia tergantung pada komunikasi tatap mata, berhadap-hadapan. Akan tetapi diperukan adanya sistm mengirim pesan untuk mengatasi ruang dan waktu.

Dikisahkan bahwa Persia tua telah mendirikian serangkaian menara yang dinamakan “Pos Seruan”, dan menepatkan orang yang bersuara nyaris dan keras atasnya untuk meneruskan berbgai pesan dengan cara berteriak, beranting dari satu menara ke menara yang lainnya.

Orang Romawi mengoperasikan suatu organisasi pelayanan kurir yang dinamakan Cursus Publicus antara tahun 1305 sampai awal tahun 1800-an. Perusahaan House of Taxis telah menyelenggarakan suatu bentuk pelayanan kilat berkuda di seluruh Eropa. Pada tahun 1628, organisasi ini memperkerjakan 20.000 karyawan. Pada kurirnya berseragam biru dan perak menjelajahi seluruh Eropa dengan membawa pesan antara para Pangeran dan Jendral, Saudagar dan peminjam uang.

Kantor pos adalah saluran pertama yang terbuka lebar bagi komunikasi era industri. Pada tahun 1837, kantor pos Inggris bukan saja membawa berbagai pesan kaum elit, tetapi juga melayani 88 juta kiriman setahun, suatu komunikasi yang luar biasa volumenya dalam ukuran waktu itu.

Pada tahun 1960, ketika era Industri mencapai puncaknya, jumlah itu mencapai 10 miliaran kiriman. Pada tahun yang sama, kantor pos Amerika Serikat mendistribusikan rata-rata terdapat 355 kiriman pos dalam negeri persetiap pria, wanita dan anak di negeri itu.

Referensi :
http://silontong.com
http://zamrishabib.wordpress.com
http://chrezsoft.blogspot.com
https://smpnduakartasura.wordpress.com


Zaman Kemunculan Retorika

Zaman Kemunculan Retorika



Sebagai cikal bakal ilmu komunikasi, retorika mempunyai sejarah yang panjang. Para ahli berpendapat bahwa retorika suah ada sejak manusia ada. Akan tetapi, retorika sebagai seni bicara yang dipelajari dimulai pada abad kelima sebelum Masehi, ketika kaum Sofis d Yunani mengembara dari tempat yang satu ke tempat yang lain untuk mengajarkan pengetahuan mengenai politik dan pemerintahan dengan penekanan terutama pada kemampuan berpidato. 


Pemerintah, menurut kaum Sofis, harus berdasarkan suara terbanyak atau demokrasi sehingga perlu adanya usaha membujuk rakyat demi kemenangan dalam pemilihan-pemilihan. Maka berkembanglah seni berpidato yang membenarkan pemutarbalikan kenyataan demi mencapi tujuan, yang terpenting khalayak bisa tertarik perhatiannya dan terbujuk.

Orang yang pertama-tama dianggap memeperkenalkan Oratori atau Seni Berpidato adalah orang Yunani Sicilia. Tetapi tokoh pendiri sebenarnya adalah Corax dari Srakuasa (500 Sebelum Masehi). Dialah yang mula-mula meletakkan sistematika Oratori atas lima bagian.

Sudah sejak permulaan perkembangan retorika menimbulkan perbedaan pendapat (Kontroversi) mengenai beberapa hal yang menyagkut retorika. Kontroversi tersebut menyangkut persoalan pemakaian unsur Stilistika, menyangkut hubungan antara Retorika dan Moral, dan masalah pendidikan dalam pidato.

Kontroversi pertama menyangkut persoalan "Apakah perlu mempergunakan usnur-unsur Stilistika dalam Pidato". Ada tiga aliran yaitu menyetujui penggunaan unsur stilistika, yang menolak dan yang berada di luar aliran pertama dan kedua.

Konroversi kedua menyangkut realsi antara Retorika dan Mora; "Apakah dakam pidato harus diindahka masalah moral". Dalam pidato biasanya tidak dikemukan pembuktian-pembuktian secara ilmiah. Pidato lebih banyak berbicara mengenai kemungkinan-kemungkinan, karena pendengar biasanya adalah orang-orang yang tidak berpendidikan, atau orang -orang yang tidak senang mendengarkan pidato. Sebab itu Gorgias dari Leontini, berpendirian bahwa seorang orator harus menuampaikan bukti-bukti baik mengenai keadilan dan ketidakadilan dengan cara yang sama baik.

Kontroversi ketiga yang juga sudah timbul sejak permulaan perkembangan retorika adalah amsalah pendidikan. Kontroversi yang kedua mempunyai ikatan dengan yang ketiga ini. Ahli-ahli retorika yang siap menerima tanggung jawab moral dalam retorika, mengkritik rekan-rekan mereka yang mencoba memperoleh keuntugan dalam profesi mereka, terutama dalam pengadian. Akibatnya mreka juga tidak emncapai kata sepakat mengenai topik mana saja yang harus dimasukkan dalam pelajaran retorika di pusat-pusat pendidikan.



Betapa pentingnya retorika dalap dilihat dari peranan retorika dalam demokrasi. Dalam hubungan ini terkenal seorang orator bernama Demosthenes (384-322 Sebelum Masehi) yang pada zaman Yunani sangat termasyhur karena kegigihannya mempertahankan kemerdekaan Athena dari ancaman Raja Phillipus dari Macedonia.

Pada waktu itu telah menaji anggapan umum bahwa di mana terdapat sistem pemerintahan yang berkedaulatan rakyat, di situ harus ada pemilihan berkala dari rakyat oleh rakyat untuk memilih pemimpin-pemimpinnya. Di mana demokrasi menjadi sistem pemerintahan, disitu dengan sendirinya masyakarat memerlukan orang-orang yang mahir berbicara di depan umum.

Demosthenes pada masa jayanya itu menngkatkan kebiasan retorika yang berlaku pada zamannya, dan lebih menekannkan pada :
a. Semangat yang berkobar-kobar
b. Kecerdasan pikiran,
c. Kelainan dari yang lain.

Sementara itu di Romawi yang mengembangkan retorika adalah Marcus Tulius Cicero (106-43 Sebelum Masehi) yang menjadi termashyu karena suaranya dan bukunya yang berjudul antara lain "de Oratore". Sebagai seorang orator yang ulung, Cicero mempunyai suara yang berat mengalun, bahkan kadang-kadang pidatonya itu disertai cucuran air mata.

Cicero mengajarkan bahwa dalam mempengaruhi pendengar-pendengarnya seorang oretor harus menyakinkan mereka dengan emncerminkan kebenaran dan kesusilaan. Dalam pelaksanaan retorika meliputi :
  • Invenstio``
    Ini berarti mencari bahan dan tema yang akan dibahas. Pada tahap ini bahan-bahan dan bukti harus dibahas secara singkat denganmemperhatikan keharusan pembica, seperti :
    • Mendidik;
    • Membangkitkan kepercayaan; dan
    • Menggerakan hati.
  • Orde Collacatio
    Ini mengandung arti menyusun pidato yang meminta kecakapan si pembicara dalam memilih mana yang lebih penting, dan mana yang kurang penting. Penyusun pidato juga diminta untuk memperhatikan;
    • Exordiun (Pendahuluan);
    • Narratio (Pemaparan);
    • Confirmation (Pembuktian);
    • Reputation (Pertimbangan); dan
    • Peroratio (Penutup).
Demikian retorika di Romawi yang banyak persamaannya dengan retorika yang berlaku di Yunani.

Aristoteles berpendapat bahwa pada waktu lahir jiwa manusia tidak memiliki apa-apa, sebuah meja lilin yang siap dilukis oleh pengalaman. Dari Aristoteles, John Locke (1632-1704 Masehi), tokoh Empirisme Inggris, meminjam konsep ini. Menurut kaum Empiris, pada watu lahir amnusia tidak mempunyai "Warna Mental". Warna ini didapat dari pengalaman. PEngalaman adalah satu-satuna jalan kepemilikan pengetahuan.

Di Yunani, sejak abad ke lima sebelum Masehi, terkenal sebuah tempat pemuja Apollo di Delphi. Ke tempat inilah raja-raja dan rakyat banyak meminta nasihat. Seorang pendeta wnita duduk di atas kursi yang dipenuhi oleh asap dari sajian pemujaan.

Dalam keadaan fana, pendeta tersebut menjawab pertanyaan pengunjung, dari masalah kontes lagus sampai urusan agama dan politik. Ketika penjahat-penjahat di koloni Locri meminta nasihan bagaimana mengatasi kekacauan, orakel Delphi menjawab : "Buat hukum bagima." Ketika orang-orang bertanya siapa manusia paling bijak, dewa Apollo melalui mulut pendeta Delphi menjawa : "Socrates". Dari Delphi menyeabr motto yang terkenal yaitu Gnothi Seauthon (Kenalilah dirimu). Motto ini mengusik apra filasuf untuk mencoba memahami dirinya, sehingga kabarnya motto inilah yang mendorong berkembangnya filsafat di Yunani.



Referensi :
http://silontong.com
http://zamrishabib.wordpress.com
http://chrezsoft.blogspot.com
https://smpnduakartasura.wordpress.com

Zaman Tulisan




Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun, kemudian memasuki generasi kedua di mana manusia memulai memliki kecapakan berkomunikasi melalui tulisan. Bukti kecapakan ini ditandai dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di Sumeria dan Mesopotamia sekitar 4000 tahun sebelum masehi. Kemudian
berlanjut dengan ditemukannya berbagai tulisan di Kulit binatanf dan batu Arca. Lalu secara berturut-turut dapat disebutkan pemakaian huruf kuno di Mesir sekitar 3000 Tahun Sebelum Masehi, Alphabet Phunesia sekitar 1800 Tahun Sebelum Masehi, huruf Yunani Kunon sekitar 1000 Tahun Sebelum Masehi dan Huruf latin sekitar 600 Tahun Sebelum Masehi.

Di Mesopotamia Kuno, berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti "Tanah di antara dua sungai". Banyak sekali kelompok yang menghentikan pengembaraannya dan mulai membangun tempat tinggal yang permanen. Inilah kota-kota yang pertama. Tahun 6000 Sebelum Masehi, Lembah Sabit Subur juga menjadi tempat lahirnya peradaban.

Mendekati tahun 3.500 Sebelum Masehi, manusia memiliki gagasan untuk mengembangkan serangkaian lambang yang seederhana yang dapat dipaham oleh kalangan luas, yaitu huruf. Huruf mewakili suara yang diucapkan dan berbagai cara, satu huruf dapat digabungkan dengan huruf lain sehingga membentuk apa yang kita namakan akalimat. Sistem ini disebut Abjad Fonetik.

Abjad Fonetik yang pertama berasal dari abjad Baji yang dikembangkan oleh orang Sumeria Kuno. Penyebarannya yang luas hingga ke wilayah Mesopotamia membuatnya menjadi pendahulu Hieroglif Mesir. Abjad Baji lah yang menjad cikal bakal Abjad Ibrani maupun Abjad Arab. Selain itu, ia juga merintis Abjadi Yunani, yang pada giliranny mengantar hadirnya Abjad Romawi yang kini digunakan dalam Bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan sebagian besar bahasa-bahasa barat lainnya.

Abjad Sirilik yang digunakan di Rusia dan di negara-negara Slavia lain juga berkembang dari Abjad Yunani Kuno. Abjad Cina yang lahir beberapa waktu kemudian setelah Abjad Tinur Tengah Kuno, dipinjam oleh sebagian besar bangsa Asia, misalnya Jepang dan Korea, untuk dijadikan dasar abjad yang digunakan dalam bahasa masing-masing.



Umat manusia sudah berada di muka bumi ini setengah juta tahun yang silam. Tulang-belulang Australopithecus yang baru-baru ini ditemukan, makhluk yang menyerupai kera yang dipercayai ilmuan sebagai nenek moyang manusia modern, usianya empat juta tahun.

Ada juga sebuah bukti bahwa 30.000 tahun yang lalu manusia sudah membuat peralatan dan hidup berkelompok di seluruh benua. Juga ditemukan Petroglif, atau lukisan batu yang usianya kurang lebih 10.000 tahun, dan ada juga lukiisan-lukisan rumit di dinding-dinding gua di Spanyao maupun Perancis yang kira-kira berumur 18.000 Tahun.

Sejarah tulisan sendiri merupakan salah satu dari proses pergantian dari gambaran Piktografi ke sistem Fonetis, dari penggunaan gambar ke pneggunaan sesederhana untuk menyatakan maksud yang lebih spesifik.

Tahun yang menandai manusia membentuk kelompok atau hidup bergerombol untuk pertama kalinya adalah tahun 20.000 Sebelum Maseh. Beberapa kelompok manusia hidup bersama di sebuah kemah yang acap kali dibuat setengah permanen. Awalnya mereka tidak pernah menetap di suatu tempat, karena sifat dasar manusia adalah mengembara. Mereka berpindah tempat sesui dengan musim dan menetap untuk sementara di suatu tempat di mana ditemmukan sumber makanan mereka, antara lain binatang buas dan tanaman musiman.

Setelah berlangsung ribuat tahun lamanya, sampailah manusia ke zaman tulisan. Zaman ini muncul sekitar 5000 Tahun sebelum Masehi. Komunikasi tidak lagi dilakukan dengan mengandalkan lisan, tetapi didukung pula oleh bahasa tulis.

Sebuah prasasti yang ditemukan menginformasikan bahwa sekitar 4000 Tahun sebelum Masehi ditemukan kota kuno di Mesopotamia dan Mesir. Sebagian besar prasasti ini menggambarkan lukisan dengan kasar atau goresan pada dinding bangunan. Dari penemuan prasasti ini bisa dikemukanan bahwa sudah ada standarisasi makna pesan. Misalnya secara sederhana gambaran matahari bisa berarti siang hari, membungkuk dengan tanda panah berarti memburu, dan garis yang berombak berarti danau atau sungai. Semua ini menjadi simbol aal dari sejarah kemunculan era tulisan.

Beberapa lukisan di antaranya sudah mengunakan komposisi warna. Bahkan lukisan tersebut menjadi cikal bakal lukisan-lukisaan saat ini. Manusia di zaman ini melukis banteng, rusa kutub, dan binatang lain yang mereka buru. Dan yang lebih penting lagi adalah  bahwa mereka telah membuat pakaian dari kulit binatang dan menemukan teknik pengerasan tanah liat dengan menggunakan api.

Lukisan-lukisan yang dibuat oleh manusia jenis Cro Magnon ini bisa dikatakan menjadi bukti pertama usaha manusia terbaik pertama dalam upayanya menyimpan informasi.




Sementara itu tulisan Alfabet muncul kurang dari seratus tahun kemudian dan berkembang secara cepat. Tulisan tersebut menyebarke seluruh dunia kuno, dan baru beberapa abad kemudian sampai ke negeeri Yunani. Lambat laun gagasan penggunaan simbol huruf konsonan dan vokal muncul. Saat itu karakter yang dibutuhkan kurang lebih seratus. Suatu jumlah yang sangat besar tentunya, karena padahal sekarang ini kita hanya mengenal 26 karakter huruf.

Sesudah banyak variasi pembahasan sejarah perkembangan tulisan, satu kejadian yang tidak boleh ditinggalkan adalah peristiwa di Yunani. Bangsa ini telah secara efektif dan sederhana mempunyai standarisasi huruf. Sekitar 500 Tahun sebelum Masehi, mereka telah secara luas menggunakan Alfabet. Akhirnya, Alfabet orang-orang Yunani masuk ke Roma yang kemudian dibangun serta dimodifikasi. Sekarang ini kita menggunakan huruf-huruf Kapital (Majuscule) dan huruf kecil (Miniscule) yang berasal dari Roma tersebut.

Lambat laun sistem tulisan Alfabet ini berkembang secara cepat dan lengkap. Tanpa bantuan sistem tulisan bisa menjadi populasi penuduk yang buta huruf akan menjadi lebih besar. Perkembangan yang penting pun terjadi pula dalam ilmu pengetahuan, lukisan, pemerintahan dan keagamaan.

Sekitar 2500 sebelum munculnya Agama Kristen, orang Mesir menemukan metode pembuatan jenis kertas yang dapat tahan lama dari Papyrus. Dibandingkan dengan batu, Papyrus jelas lebih baik. Alasannya lebih mudah ditulis di Papyrus dengan kuas dan tinta daripada memahat di atas batu. Papyrus itu seniri asal-usulnya ditemukan di Muara Sungai Nil.

Buku-buku tertua tidak seperti buku pada zaman modern kita. Buku itu digunakan sekitar 5.500 tahun yang lalu, di Babel dan Nineveh di Asia kecil. Orang Mesir yang tinggal di Lembah Sungai Nil menemukan bahan yang lebih baik daripada tanah liat untuk digunakan sebagai buku. Mereka menggunakan tanaman seperti buluh yang disebut "Papirus". 

"Media buku tersebut adalah lempengan tanah liat yang dibakar, yang digunakan sekitar 5.500 tahun yang lalu di daerah Babilonia dan Nineveh, sebuah daerah di kawasan Asia kecil.  Orang-orang Mesir yang tinggal di Lembah Sungai Nil menemukan bahan yang lebih bagus dari pada tanah liat untuk dibuat menjadi buku. Mereka menggunakan semacam tanaman yang akhirnya disebut dengan Papyrus".

Referensi :
http://silontong.com
http://zamrishabib.wordpress.com
http://chrezsoft.blogspot.com
https://smpnduakartasura.wordpress.com

Zaman Bahasa Lisan

Zaman Bahasa Lisan



Zaman komunikasi lisan ini berjalan kira-kira 300.000 sampai 200.000 Tahun Sebelum Masehi. Era ini juga ditandai dengan lahirnya Embrio kemampuan untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, 
manusia pada zaman ini sering disebut dengan Homosapiens. 



Dari penelitian yang pernah dilakuan, kemampuan berbicara dalam sistim bahasa baru terjadi sekitar 90.000 Tahun sampai 40.000 Tahun Sebelum Masehi. Sementara itu bahasa secara lengkap mulai digunakan kira-kira 35.000 Tahun Sebelum Masehi.

Manusia jenis Cro Magnon menjadi ciri utama era ini. Di awal periode kehidupannya, manusia jenis itu suda mempunyai keahlian di dalam membuat peralatan yang berasal dari batu. Sebagaimana kita ketahui, budaya manusia awalnya dimulai dengan tulisan. Zaman Batu merupakan salah satu perkembangan awal pengenalan bahasa yang ditulis meskipun hanya berupa gambar yang dibuat pada batu.

Meskipun perkembangan teknologi komunikasi di awali dengan penemuan-penemuan mesin pencetak huruf di kemudian huruf, namun perkembangan komunikasi itu sendiri dimulai dengan kepandaian melukis hewan buruan di gua-gua yang diabadikan secara grrafik kurang lebih 20.000 Tahun yang lalu.

Pada awal sejarah perkembangan manusia dalam mengenal tulisan, mereka telah memahat atau mengukir gambar binatang dan manusia pada tulang, batu, taring, dan bahan-bahan yang lain. Manusia pada era ini biasanya mewariskan lukisan indah pada dinding beberapa gua di daerah mereka tinggal. Ratusan gua itu pernah ditemukan di Spanyol dan Prancis bagian selatan.

Hampir setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan-pesan ini mengemuka lewat perilaku manusia.

Ketika kita berbicara, kita sebenarnya sedang berpeliaku. Ketika kita melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam, menganggukan kepala, atau memberikan suatu isyarat, kita juga sedang berperilaku. Sering berperilaku-perilaku ini merupakan pesan-pesan, dan pesan-pesan itu yang kita gunakan untuk mengkomunkasikan informasi sesuatu kepada orang lain.

Referensi :
http://silontong.com
http://zamrishabib.wordpress.com
http://chrezsoft.blogspot.com
https://smpnduakartasura.wordpress.com

Zaman Tanda dan Isyarat

Zaman Tanda dan Isyarat



Zaman ini merupakan yang paling awal dalam sejarah perkembangan manusia dan muncul jauh sebelum nenek moyang manusia dapat berjalan tegak. Dalam berkomunikasi satu sama lain, peran insting meskipun masih sangat rendah sangatlah penting. Proses komunikasi manusia lebih berdasarkan instin dan rasionya.
Itu semua terjadi karena kemampuan kapasitas otak manusia masih sangat terbatas. Perkembangan otak mereka juga sangat lambat. Oleh karena tu, zaman ini berjalan dalam ribuan tahun sebelum digunakannya gerak isyarat. 


Bunyi-bunyian dan tanda jenis lain dalam komunikasi. Dengan kata lain sebenarnya manusia itu sudah menggucapkan "Ucapan" dalam berkomunikasi. Akan tetapi proses komunikasi yang dimaksud bukan seperti yang dilakukan manusia saat ini.

Penggunaan tanda dan isyarat itu tidak berarti bahwa manusia pada zaman tersebut tidak dapat berkomunikasi. Gerak isyarat dan tanda itu dalam komunikasi dikenal dengan komunikasi non-verbal. Hal ini tetap bisa dikatakan berkomunikasi meskipun dngan "Bahasa" dan kemampuannya sendiri. Ringkasnya, mereka mengadakan komunikasi dengan sederhana sekali.

Philip Liberman (1984) Pernah mengatakan bahwa para ahli Paleoantropologi menemukan bukti bahwa uuran tengkorak pajang lidah, dan jaringan yang lain pada manusia menunjukkan pada kita letak pangkal tenggorokan dan kotak suara. Menurut para ahli tersebut dilihat dari beberapa alat tubuh, dapat disimpulkan bahwa manusia zaman dahulu kala tidak dapat berbicara seperti manusia sekarang. dengan kata lalin, mereka tidak bisa berbicara, karena tidak mempunya kecukupan alat-alat untuk melakukan itu (Seperti yang dimiliki manusia saat ini). 

Hal ini disebabkan struktur Neurologis dan Anatominya tidak mencukupi untuk melakukan hal itu. Sehingga perkembangan zaman dan alam yang akhirnya merubah kehidupan manusia tersebut, baik perubahan dalam bentuk fisik maupun perubahan pada kemampuan berpikir dan berkomunikasi

Lebih dari beribu-ribu tahun lamanya, pola komunikasi tidak hanya digunakan tetapi juga mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu, tentunya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. meskipun ada perkembangan dalam proses komunikasi, proses itu belum mengarah pad apenggunaan bahasa atau percakapan sebagai alat komuniasi yang bisa dilakukan manusia dewasa ini. perkembangan penting komunikasi dalam era ini adalah digunakannya bahasa tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi. munculnya tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi berasal dari penyempurnaan penggunaan suara seperti gerakan, tangisan, dan jeritan yang dapat dikenal sebagai alat komunikasi.

Referensi :
http://silontong.com
http://zamrishabib.wordpress.com
http://chrezsoft.blogspot.com
https://smpnduakartasura.wordpress.com

Sejarah Perkembangan Komunikasi Manusia




Artikel pertama dari blog ini adalah mengenai tentang zaman purba kal atau zaman praaksara. Dizaman tersebut manusia sudah mulai melakukan Komunikasi antar manusia lainnya. Sesuai dengan penjelasannya Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya, diakui oleh hampir semua agama telah ada sejak masa Adam dan Hawa.

Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemapuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.

Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, tidak ada data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Everett M. Rogers menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.

Usaha-usaha untuk manusia berkomunikasi lebih jauh, terlihat dalam berbagai bentuk kehidupan mereka di masa lalu. Pendirian tempat-tempat pemukiman di daerah aliran sungai dan tepi pantai, diplih untuk memudahkan mereka dapat berkomunikasi dengan dunia luar menggunakan perahu, rakit, dan sampan. Pemukul gong di Romawi dan pembakar api yang mengepulkan asap di Cina adalah simbol-simbol komunikasi yang dilakukan oleh para serdadu di medan perang.

Dalam berkomunikasi, manusia menggunakan lebih banyak gerak-gerik, sikap tubuh dan mimik, tetapi perumusan pesan itu sendiri lebih dimungkinkan oleh adanya bahasa dan lambang-lambang yang dapat dipahami bersama.

Kemampuan untuk menggambar atau menuliskan lambang-lambang yang memiliki arti adalah sutau keunikan dari spesies manusia, dan ini menjadi salah satu perbedaan paling signifikan antara manusia dengan mahluk yang lain di bumi ini. Manusia sudah mulai menggambar dan melukis lambang-lambang di batu sejak tahun 35.000 SM, dan ilustrasi-ilustrasi serupa ini menjadi sebuah bagian penting dalam kehidupan manusia selama berabad-abad.

Perkembangan komunikasi antarmanusia tidak terlepas dari pengaruh naluri kemanusiaan itu sendiri. untuk bertahan hidup manusia membutuhkan manusia yang lainnya untuk saling membantu. Sementara pada tahapan saling memberikan bantuan inilah proses komunikasi akan sangat dibutuhkan.

Terdapat beberapa zaman saat Praaksara yaitu ;
1. Zaman Tanda Isyarat
2. Zaman Bahasa Lisan
3. Zaman Tulisan
4. Zaman Kemunculan Retorika
5. Perkembangan Teknik Pengiriman Pesan
6. Kemajuan Teknologi Komunikasi 


Dengan demikian dapat ditarik dua buah kesimpulan mengenai patokan perkembangan komunikasi pada zaman sebelum masehi hingga zaman mulainya tahun masehi.


Pada tahun-tahun sebelum masehi, kemajuan proses komunikasi dimulai pada saat ditentukannya seperangkat lambang dan simbol-simbol yang dapat dipahami maknanya secara luas. Perkembangan selanjutnya adalah ditemukannya sejumlah sarana untuk menulis maupun menggambarkan lambang dan simbol-simbol tersebut. Meskipun pada akhirnya aksara atau huruf ditemukan, namun lambang dan simbol-simbol berupa gambar-gambar lebih dulu ditentukan sebagai pengganti suara dalam berkomunikasi.


Sedangkan untuk periode modern, meskipun dasar penemuan mesin cetak ditemukan di Cina pada abad ke-10, namun teknologi komunikasi baru dinyatakan berkembang pada tahun 1440, yaitu tahun di mana mesin cetak yang lebih efisien ditemukan oleh Johannes Gutenberg. Hal ini disebabkan karena baru setelah mesin cetak hasil penemuan Gutenberg itulah industri percetakan, yang juga tentunya merupakan industri komunikasi, pertama kali mulai berkembang.